Skip to main content

Mundur Kebelakang yang Mana Anda Maksudkan?

Akhinafillah Sahabat muslim Rohimakumullah.

Dilansir dari Madinaty dalam Pena Azhary, 24/10/2022, Suatu ketika, seseorang bertanya kepada Dr. Muhammad Imarah dengan pertanyaan yang sedikit mengejek dan mengolok: "Saya dengar, Anda ingin sekali syariat Islam ini diterapkan, apakah Anda ingin membawa kami mundur ke belakang?"

Mendapatkan pertanyaan bernada merendahkan itu, beliau pun menjawab dengan balik bertanya: "Ke belakang yang mana maksud Anda? Apakah belakang yang anda maksud adalah 100 tahun yang lalu, saat Islam menguasai separuh dunia selama 500 tahun?"

"Atau maksud anda lebih jauh lagi ke belakang saat dimana Dinasti Mamalik (Mamluk) menyelamatkan dunia dari ganasnya serbuan Mongol dan Tartar?" "Atau lebih jauh lagi ke belakang saat Dinasti Abbasiyyah menguasai separuh dunia?"  

"Atau ke belakang sebelumnya, di masa Dinasti Umayyah, atau sebelumnya lagi saat Umar bin Khatab menguasai banyak kawasan di dunia ini?" "Atau di masa Khalifah Harun Ar-Rasyid, saat beliau mengirim surat ke penguasa Imperium Romawi kala itu, Naqfur, beliau menulis: "Dari Harun Ar-Rasyid Amirul mukminin, kepada Naqfur guguk Romawi (كلب الروم)"

sumber gambar : https//facebook.com/pena azhary

"Atau ke belakang saat Abdurrahman ad-Dakhil bersama pasukannya berhasil menaklukkan Italia dan Prancis? Itu jika dalam bidang politik" "Atau maksudmu ke belakang adalah dalam bidang keilmuan, ketika ulama Arab seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, Alkhawarizmi, Ibnu Jabir, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun dan lain lain, mengajarkan dunia Arab dan dunia barat tentang ilmu kedokteran, farmasi, arsitektur, falak dan sastra?"

"Atau ke belakang maksudmu dalam hal kehormatan? Ketika seorang Yahudi kafir mengerjai seorang muslimah hingga terlepas baju abayanya sampai ia berteriak histeris, maka Khalifah Al Mu'tashim mengirim pasukan untuk membalas apa yang dia lakukan dan mengusir orang Yahudi dari negaranya. Sementara hari ini, para muslimah diperkosa sedangkan pemimpin negeri muslim hanya diam tak bisa berbuat apa-apa?"

"Atau ke belakang maksudmu saat kaum muslimin membangun universitas pertama di Spanyol yang menggemparkan Eropa kala itu, sehingga sejak itu, pakaian jubah longgar besar dari Arab itu menjadi pakaian wisuda hampir semua universitas dunia? Dan dibagian atasnya ada topi yang datar dimana dahulu dijadikan tempat meletakkan Al Qur'an saat acara wisuda?"

"Atau maksudmu ke belakang, saat Kairo menjadi kota paling indah di dunia?" "Atau ketika 1 Dinar Iraq setara dengan 483 dolar?" "Atau maksudmu ke belakang, saat orang-orang melarikan diri dari Eropa yang dilanda kemiskinan dan pergi menyelamatkan diri menuju Aleksandria (Mesir)?"

"Atau ketika Amerika meminta bantuan Mesir untuk menyelamatkan Eropa dari kelaparan?" "Tolong beritahukan padaku, mundur ke belakang mana yang kamu maksudkan??" Dan si penanya hanya bisa diam, membisu tak tahu apa yang mau diucapkan.(***)

Sahabat muslim rohimakumullah,

Kisah singkat ini mengajarkan kepada kita semua, mesti lebih mencari inspirasi dari kegemilangan Islam sebagai rool model dalam kehidupan dengan membaca historisnya yang terus kita ceritakan kegenerasi yang akan datang.

Wallahu a'lam.

Sumber :

Pena Azhary, Alih bahasa oleh: Ustdz Ahmad Budiman, Lc.

Comments

Popular posts from this blog

Istilah-Istilah dalam Kajian Ushul Fiqh

 Berikut istilah-istilah kunci beserta definisinya dalam kajian **Ushul Fiqh** (Metodologi Hukum Islam) dan **Fiqh** (Hukum Islam Praktis), disajikan secara terstruktur: ## A. Istilah Dasar dalam Ushul Fiqh 1.  **Ushul Fiqh (أصول الفقه):**     *   **Definisi:** Ilmu tentang kaidah-kaidah (metode dan prinsip) yang digunakan untuk menggali dan menetapkan hukum syar'i praktis (fiqh) dari sumber-sumbernya yang terperinci (Al-Qur'an, Sunnah, Ijma', Qiyas, dll).     *   **Fokus:** *Bagaimana* hukum itu diturunkan/digali. Metodologi penetapan hukum. 2.  **Fiqh (فقه):**     *   **Definisi:** Pemahaman mendalam tentang hukum-hukum syar'i praktis yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf (orang dewasa dan berakal yang terbebani hukum), yang digali dari dalil-dalilnya yang terperinci.     *   **Fokus:** *Apa* hukumnya. Hasil akhir dari proses istinbath (penggalian hukum). 3.  **Hukum Syar'i (الحكم ال...

Manaqib & Biografi Spiritual Ustadz Abdul Hannan (Guru Anan): Sebuah Potret Sufi di Zaman Modern

Penulis & Pentashih :  Abdul Rahman Ibnu Guru Anan Tulisan ini didedikasikan dalam rangka momentum Haul  Ustadz Abdul Manan (Guru Annan)   yang ke 10 Tahun.  (16 Rajab 1436 H - 16 Rajab 1446 H.) Dokumen Fhoto : Guru Annan Silsilah dan Latar Belakang Keluarga Ustadz Abdul Hannan, yang akrab disapa *Guru Anan*, lahir pada 4 Juni 1955 di Kampung Are Manis, Desa Lendang Nangka, Lombok Timur, NTB. Beliau berasal dari keluarga ulama Sufi yang sederhana. Ayahnya, *Guru Jumadienul Islam (Guru Anan Lingsir)*, adalah seorang tokoh spiritual lokal, sementara ibundanya, *Inaq Anan (Shoimah)*, dikenal sebagai perempuan shalehah Istiqomah puasa Nabi Daud, yang mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai kesufian. Sebagai anak tertua dari empat bersaudara, Guru Anan mewarisi tradisi keilmuan dan kerendahan hati (*tawadhu’*) dari leluhurnya.  Meski berasal dari garis keturunan kiyai, beliau menolak disebut "tokoh istimewa". Dengan rendah hati, beliau sering berkata: ...

Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd: Merawat Estafet Dakwah Akar Rumput dari Keturunan Syaikh Putik dari Jalur Ibu.

Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd: Merawat Estafet Dakwah Akar Rumput dari Keturunan Syaikh Putik dari Jalur Ibu. Dalam kancah dakwah Islam di Nusa Tenggara Barat, khususnya di kalangan masyarakat akar rumput, nama Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd., bukanlah nama asing. Sebagai seorang da'i muda yang aktif membina umat, dedikasinya ternyata memiliki akar sejarah dan spiritual yang dalam, yang dapat ditelusuri dari garis keturunan ibunya. Ustadz Abdul Rahman adalah putra dari pasangan Guru Anan [ Ustadz Abdul Mannan/ Ustadz Abdul Hannan] bin Guru anan lingsir / Guru Jumaddin  dan Ibu Samsiah [ Inaq Sadeli ] Binti Bapak Saidin/Badrun. Dari sang ibunda inilah, mengalir darah biru seorang ulama besar dan penyebar Islam di tanah Lombok - NTB, yaitu Guru Putik atau Syaikh Al-Badrun Datuk Umar Said Ahmad. Mengenal Leluhur: Syaikh Putik, Sang Wali yang Berkarakter Lembut Silsilah Ustadz Abdul Rahman dari garis ibu menyambung langsung kepada sosok yang sangat dihormati, Prof. P...