Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd: Merawat Estafet Dakwah Akar Rumput dari Keturunan Syaikh Putik dari Jalur Ibu.
Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd: Merawat Estafet Dakwah Akar Rumput dari Keturunan Syaikh Putik dari Jalur Ibu.
Dalam kancah dakwah Islam di Nusa Tenggara Barat, khususnya di kalangan masyarakat akar rumput, nama Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd., bukanlah nama asing. Sebagai seorang da'i muda yang aktif membina umat, dedikasinya ternyata memiliki akar sejarah dan spiritual yang dalam, yang dapat ditelusuri dari garis keturunan ibunya.
Ustadz Abdul Rahman adalah putra dari pasangan Guru Anan [ Ustadz Abdul Mannan/ Ustadz Abdul Hannan] bin Guru anan lingsir / Guru Jumaddin dan Ibu Samsiah [ Inaq Sadeli ] Binti Bapak Saidin/Badrun. Dari sang ibunda inilah, mengalir darah biru seorang ulama besar dan penyebar Islam di tanah Lombok - NTB, yaitu Guru Putik atau Syaikh Al-Badrun Datuk Umar Said Ahmad.
Mengenal Leluhur: Syaikh Putik, Sang Wali yang Berkarakter Lembut
Silsilah Ustadz Abdul Rahman dari garis ibu menyambung langsung kepada sosok yang sangat dihormati, Prof. Pangeran Kiyai Putih atau yang lebih dikenal sebagai Syaikh Al-Badrun/Guru Putik/Guru Bulet. Gelar "Kiyai Putih" atau "Guru Putik" konon menggambarkan karakternya yang laksana kertas putih—suci, bersih, dan berpengetahuan luas. Beliau adalah seorang ulama yang mendalami ilmu agama, Berbagi dengan Balo' Anom dalam struktur pemerintahan tradisional Dalam Daye Desa Lendang Nangka Lombok Timur, NTB. Peran beliau berdua ini menunjukkan kharisma dan integritasnya yang tinggi, di mana nilai-nilai spiritual dan kepemimpinan sosial berjalan beriringan.
Hj.Hajrah meriwayatkan, Guru Putik berkata :
" Urusan keagamaan biar menjadi bagian kehidupanku di dalem Lauq, dan engkau saudaraku Abah Anom mengurus pemerintahan yang berpusat di Dalem Deye."
Dari Syaikh Putik inilah, estafet ilmu dan nilai-nilai keislaman diturunkan dari generasi ke generasi, melewati beberapa nama sebelum akhirnya sampai kepada ibunda Ustadz Abdul Rahman, Ibu Samsiah.
Rantai Silsilah dari Syaikh Putik hingga Da'i Masa Kini
Berikut adalah ringkasan silsilah yang menghubungkan Syaikh Putik dengan Ustadz Abdul Rahman:
1. Guru Putik / Syaikh Al-Badrun / Datuk Umar Said Ahmad
2. Balok Kembulu (Cucu dari Guru Putik)
3. Inaq Nasohi (buyut dari Guru Putik)
4. Al-Marhum Bp. Dulmat / Bp. Nasrudin (Buyut dari Guru Putik)
5. Samsiah (Inaq Sadeli) (Ibu dari Ustadz Abdul Rahman dan anak Saudara dari Bp. Dulmat/Nasrudin)
6. Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd. (Anak dari Ibu Samsiah)
Ibu Samsiah sendiri merupakan saudara kandung dari Almarhum Bp. Nasrudin, Bp. Marsudin/Nasrudin, Marwiyah, Almr Ruslin, Safariyah, Nur'aini, Almarhmh Fitriyyah, dan Parhiyaah. Dari ibu Samsiah binti bapak Saidin/Badrun dan Guru Anan bin Guru Jumadin, lahirlah seorang da'i muda, Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd., beserta saudara-saudaranya: Sadeli, Mardiyah, Maesyarah, Rohmah, S.Pd., Jamiludin, dan Shilaturrahmi.
Di sisi ayah, Bapak Saidin/Badrun adalah putra dari Balok Papuk Bini Iwah dan Balok Kembulu', yang merupakan saudara kandung dari Balo' Tgh. Mas'ud.
Melestarikan Warisan Spiritual di Era Modern
Warisan yang dibawa oleh Ustadz Abdul Rahman bukan hanya sekadar gelar atau silsilah, melainkan sebuah amanah untuk terus menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil 'alamin, sebagaimana yang dicontohkan oleh leluhurnya, Syaikh Putik. Gelar-gelar akademik formalnya (S.Pd.I dan M.Pd.) menunjukkan komitmennya dalam memadukan ilmu agama dengan metodologi pendidikan modern.
Sebagai seorang da'i muda dakwah akar rumput asal Dalem Lauq, Lendang Nangka, NTB, Ustadz Abdul Rahman menjalankan misinya dengan mendekati masyarakat secara langsung, membina, dan mengajarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan membumi. Aktivitasnya ini merupakan cerminan dari peran Syaikh Putik di masa lalu yang juga berbaur dengan masyarakat dan pemerintahan.
Dengan demikian, kehadiran Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd., tidak hanya sekadar melanjutkan dakwah, tetapi juga menghidupkan kembali ruh dan semangat seorang wali—Syaikh Putik—di tengah-tengah masyarakat Lombok masa kini. Sejarah keluarganya menjadi bukti bahwa dakwah yang tulus dan berintegritas akan meninggalkan jejak yang abadi, mengalir dalam darah keturunan, dan terus bersemi di hati umat.


Comments
Post a Comment